(Matius 4:18-22), lihatlah pilihan Tuhan kita Yesus Kristus, bukan yang berpengetahuan dan terdidik bukan orang kaya dan penguasa-penguasa. Tapi yang taat dan setia.
Kita hidup didunia ini, hampir umumnya manusia bersekolah. Di sekolah kita sebagai murid, diberikan pengetahuan dan pengalaman, setelah lulus ujian pengetahuan, naik tingkat diberikan pola pikir dan diuji lagi. Sehingga semasa sekolah kita mendapat berbagai macam pencapaian atas hal yang sudah kita lewati.
Dimasa Yesus Kristus terdapat orang-orang terpelajar dan terdidik oleh Hukum Taurat, mereka adalah orang-orang Farisi dan alhi Taurat, tetapi Yesus memilih murid dari pinggir danau galilea yang bekerja sebagai nelayan. Kenapa?
Danau galilea adalah danau yang memiliki kehidupan, di dalamnya terdapat ikan-ikan dan dengan itu dapat menghidupi orang-orang yang tinggal disekitar danau, karena danau ini memiliki ketinggian dibawah permukaan laut yang mengakibatkan danau ini menerima aliran air sungai Yordan dan menyalurkan alirannya kelaut. Berbeda dengan laut mati, didalamnya tidak ada kehidupan karena aliran air yang masuk tidak disalurkan.
Murid-murid yang dipilih Yesus mengerti akan kenyataan danau galilea, mereka tahu bagaimana mencari
untuk hidup. Perintah Yesus mengajak mereka itu langsung didengarkan dan ditaati. Yesus memberi perintah kepada Petrus ketika tidak mendapat ikan dan Petrus taat, sehingga mendapat banyak ikan meskipun tidak ada ikan. Yesus juga memerintahkan memancing ikan untuk membayar pajak, meredakan angin sakal, murid-murid mendengar perintah dan taat sehingga hidup. Sedangkan orang Farisi, mereka terjebak dalam keagamaan sehingga tidak mencari untuk hidup.
untuk hidup. Perintah Yesus mengajak mereka itu langsung didengarkan dan ditaati. Yesus memberi perintah kepada Petrus ketika tidak mendapat ikan dan Petrus taat, sehingga mendapat banyak ikan meskipun tidak ada ikan. Yesus juga memerintahkan memancing ikan untuk membayar pajak, meredakan angin sakal, murid-murid mendengar perintah dan taat sehingga hidup. Sedangkan orang Farisi, mereka terjebak dalam keagamaan sehingga tidak mencari untuk hidup.
Dalam hidup kita terjadi begitu banyak badai dan angin sakal, tetapi perintah Hidup dari Yesus selalu ada. Yesus memanggil kita juga apa adanya, dari tempat dimana kita bekerja dimana kita tinggal dan dimana kita lahir, saat itu dan ini juga Yesus memanggil. Jika Yesus tidak memanggil murid-murid-Nya maka sampai mati tubuh mereka hanya di galilea mencari ikan, tetapi Yesus memanggil agar mereka mencari hidup kekal bukan hanya ikan danau galilea.
Seorang murid harus mengerjakan tugasnya. Setiap profesi ada pekerjaan yang harus dilakukan, seorang nelayan pasti mengerti cara menjala ikan, murid Yesus juga harus tahu tugas kita yaitu, bekerja bersama Roh Kudus. Sebelum kita menerima Roh Kudus, kita hanya ikut-ikutan saja dan terjebak dalam rutinitas seperti orang-orang Farisi. Setelah kita menerima Roh Kudus kita dapat mengerti tugas kita sebagai murid yang sejati. Tugas murid Yesus adalah melakukan apa yang dikerjakan Yesus. Roh Kudus yang kita terima sama dengan yang Yesus Kristus terima, dan hanya dengan Roh Kudus saja kita bisa melakukan yang Yesus kerjakan (Matius 10; Yohanes 14:12).
Matius 19:27-29, tertulis janji Tuhan akan upah bagi mereka yang mengikuti-Nya yakni hidup kekal. Hal yang tidak terbeli oleh kita. Yesus mengatakan, “Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup”. Yesus adalah Hidup, adakah hal yang lebih utama dari hidup? Bukankah manusia berupaya dengan segala cara bahkan untuk dapat hidup 1 hari lebih lama? (Yohanes 10), jika ada yang lebih terdahulukan daripada Hidup itulah pencuri, pencuri datang untuk membinasakan.
Allah adalah yang memberi Hidup, orang dunia melihat orang Kristen sepertinya menyia-nyiakan hidupnya tetapi justru menjadi yang berkenan kepada Allah sehingga Allah melimpahkan hidup kekal. Waktu kita hidup ini adalah kesempatan emas kita, apakah disia-siakan untuk mencari dunia? atau mencari hidup? Dengan waktu ini kita bisa gunakan untuk bertobat, mendapat darah Yesus, menerima Roh Kudus dan bekerja pekerjaan Allah (Matius 28:18-20), menjadi yang sama dengan yang Yesus kerjakan, bukan hanya mirip sebagian-sebagian saja harus SAMA.
Dosa itu bukan lagi hal melaggar Hukum Taurat yang hanya berlaku untuk tubuh, tetapi dosa yang sebenarnya adalah tidak percaya kepada Yesus (Yohanes 3:16, Yohanes 8:24 dan Yohanes 16:9). “jika kamu percaya kepada-Ku, kamu pasti melakukan perintah-Ku”.
No comments:
Post a Comment