Bagaimana kita beribadah dengan benar? Ada
banyak perabotan dan aturan tentang Kemah Suci, itu semua adalah gambaran kasih
Allah agar umat Israel bertemu dengan Allah . (Ibrani 9:6), Imam-imam masuk ke
tempat kudus untuk beribadah. (Ibrani 10:19), dan sekarang oleh Darah Yesus
Kristus kita dapat masuk ke tempat kudus juga.
Imam adalah orang-orang yang melayani Allah
didalam kemah Suci, salah satunya di ruang kudus. (Imamat 10:1), Imam yang
melayani Allah dengan sembarangan dan tidak sesuai perintah Allah, akan binasa. Tapi siapa yang melayani dengan kehendak Allah, (Wahyu 20:6, Wahyu 7:13-15), akan
mendapatkan hidup kekal. (Ibrani 8:5), Kemah Suci di perjanjian lama hanyalah
gambaran dari kehidupan Iman yang sekarang kita jalani, dan kehidupan Iman kita
juga mengumpamakan kerajaan Sorga nantinya. (Matius 15:8-9, Hosea 4:6, 1 Petrus
4:2), maka kita yang memiliki sisa waktu di dalam tubuh ini, kita pergunakan
untuk sesuai perintah Allah, daripada mengabaikan dan menolak pengenalan akan Allah
yang mendatangkan kebinasaan, contohlah (2 Raja-raja 5) tentang Panglima
Namaan, dia menanggalkan segala wibawanya dan taat kepada perintah Allah
melalui nabi Elisa, maka sembuh. Bukan tentang air sungainya bersih tidak, tapi
ketaatan.
ketaatan.
A.
Kaki Dian
(Keluaran 25:31-40)
Imam harus
menjaga nyala kaki dian ini, dengan membersihkan kotoran dari nyala lampu
minyak sehingga tidak redup. Kaki dian adalah satu-satunya penerangan di dalam
kemah Suci. Maka jika kaki dian padam Imam didalam kemah Suci tidak bisa melayani.
(1 Korintus
12:3, Yakobus 2:19), hanya oleh Roh Kudus kita bisa mengakui Allah dan Yesus
Kristus yang diutus-Nya. (2 Petrus 1:20-21), dan hanya oleh Roh Kudus kita bisa
mengerti Alkitab, (Kisah Para Rasul 1:8), hanya dengan Roh Kudus kita bisa
disertai Kuasa, (Kisah Para Rasul 2:38), maka kita diajak bertobat, dibaptis dan
menerima Roh Kudus sehingga kita tidak meraba-raba seperti orang yang berada
dalam kegelapan tapi melalui Roh Kudus dapat melayani Allah dengan tepat dan
jelas.
(1 Tesalonika
5:19), Roh Kudus yang telah kita terima bisa padam, jika kita mengabaikan
tuntunan-Nya dan tidak membiarkan Dia bekerja dalam kehidupan Iman kita. (Lukas
4:1), Yesus Kristus taat kepada tuntunan Roh Kudus. (Kisah Para Rasul 4:31),
para rasul pun memberitakan Injil dengan kepenuhan Roh Kudus. Kita tidak bisa
menjadi Imam (menjalani kehidupan Iman) tanpa kepenuhan Roh Kudus. Marilah
penuh dengan Roh Kudus, sehingga kita menjadi Imam yang bisa memberitakan
Firman dengan berani!
B.
Meja Roti
Sajian (Bilangan 4:7, Imamat 24:5-9)
Tiap-tiap
minggunya Imam membuat roti dari tepung mereka yang terbaik lalu menyajikan di
meja roti sajian, lalu roti yang minggu sebelumnya harus di makan oleh Imam
saat itu juga. Roti yang disajikan ini menggambarkan tentang persembahan dan
dedikasi.
-. Perpuluhan
(Maleaki 3:7-9)
(Matius
23:23),yang satu dilakukan yang lainnya jangan diabaikan, yang terpenting dari
hukum Allah: Keadilan - Belas Kasihan – Kesetiaan (Iman). 3 hal ini nyata
melalui perintah perpuluhan. Perpuluhan menyatakan Iman bahwa “segala sesuatu
yang kita dapatkan adalah dari Allah” (Kejadian 28:21-22).
-.Tidak bisa
seseorang mengabdi kepada dua tuan, (Matius 6:24), kita tidak seharusnya
menjadikan materi sebagai tuan atas hati kita, jika demikian pengharapan kita
hanya akan sebatas apa yang ada di bumi. (Matius 6:19-21), tapi taruhlah hatimu
di Kerajaan Sorga dimana Allah yang tidak pernah mengecewakan harapan kita akan
memberikan Berkat yang dijanjikan-Nya, percayakah kita kepada janji Allah? Mereka yang memberi persembahan memiliki hak
atas berkat Allah. Imam yang menyajikan roti akhirnya akan memakan roti yang
disajikannya sendiri, maka berikanlah yang terbaik, Allah tidak memeras kita
tapi Allah ingin memberikan berkat kepada kita. (Filipi 2:8-9), Yesus Kristus
sendiri mempersembahkan nyawa-Nya, maka Dia menerima kembali melalui
Kebangkitan. Marilah kita mempersembahkan yang paling baik untuk rohjiwa kita
sendiri!
C.
Meja
Ukupan (Keluaran 30:34-38, Keluaran 37:25-28)
(Wahyu 5:8), Doa
orang-orang kudus menjadi yang harum dihadapan Allah. Imam yang membuat racikan
wangi-wangian itu hanya diperuntukan kepada Allah, siapa yang mebuat untuk diri
sendiri akan dibinasakan. Demikian, doa kita ini haruslah dengan Iman yang
tertuju kepada Allah, bukan yang hanya untuk melegakan perasaan sendiri dengan
sudah meluapkan segala emosi, itu bukan doa (Yakobus 4:3), maka yang demikian
tidak dijawab.
Tapi berdoalah
seturut kehendak Allah (1 Yohanes 5:14), sehingga didengarkan dan dijawab oleh
Allah (Ibrani 5:7). Maka Doa yang selaras dengan kehendak Allah, kita
berjaga-jaga untuk rohjiwa sendiri (Matius 25:13). Allah sendiri mengasihi
Rohjiwa kita, dengan doa kita menjadi yang lebih rendah hati lagi dihadapan
Allah. Marilah kita menjadi yang rendah hati
dihadapan Allah, seperti Yesus Kristus!
Sebelumnya; Pelataran
Selanjutnya; Ruang Maha Kudus
Sebelumnya; Pelataran
Selanjutnya; Ruang Maha Kudus
No comments:
Post a Comment