di dalam Alkitab terdapat 4 bagian: Hukum Taurat yang ditulis Musa, Nubuatan para nabi, kitab Injil, dan tulisan kudus.
musa, nabi yang melihat ke masa lalu dan menerima Hukum Taurat menulis 5 kitab pertama di Perjanjian Lama. Melalui kitab yang ditulis Musa, kita mengerti awal kejatuhan manusia menjadi yang berdosa, dan nyata dengan tuduhan Hukum Taurat.
Kitab para nabi menulis tentang harapan dimasa yang akan datang, nubuatan. bahwa akan ada yang datang membebaskan kita dari dosa.
Injil berisi tentang
kisah hidup Yesus Kristus. Dialah yang datang sesuai yang dinubuatkan, yang dijanjikan Allah. inilah penggenapan Allah. keselamatan yang dijanjikan-Nya.
surat-surat dan tulisan Kudus, menulis kesaksian tentang pekerjaan Yesus Kristus. menyebarkan kabar baik, tentang Yesus Kristus yang dijanjikan Allah sudah datang dan memberi keselamatan.
dari uraian diatas, siapa tokoh utama di Alkitab? Ya, Yesus Kristus.
jadi Alkitab yang terdiri dari 4 bagian ini, menunjuk satu tokoh utama yang sama. jadi Alkitab bisa dilihat dengan satu sudut pandang. sudut pandang Allah. sebenarnya, dengan melihat satu bagian dapat mengerti bagian yang lainnya.
contohnya, kitab Hukum Taurat yang menyatakan dosa manusia, mengurung manusia karena dosa. maka akan ada yang memberi kebebasan kepada manusia, siapa yang bisa melepaskan manusia dari dosa jika bukan Allah? menunjuk kepada kitab para nabi, yang memberi harapan. lalu digenapi Allah (kitab Injil), lalu disaksikan. maka kita harus melihat secara keseluruhan, sebagai serangkaian pekerjaan Allah.
mereka yang hanya terpaut di Hukum Taurat, hanya akan menghakimi orang lain. padahal tidak seorang pun benar. dan wibawa menghakimi hanya ada pada Allah saja.
lalu mereka yang terpaut hanya di Injil, hanya akan melakukan segala sesuatunya sesuka hatinya saja, tanpa arahan dari Allah.
tahap yang benar adalah kita menyadari dosa dengan Hukum Taurat, lalu lanjut kepada Yesus Kristus untuk mendapatkan kebebasan dari dosa. kebebasan untuk mengenal Allah, untuk bergaul kembali dengan Allah. hukum Taurat dan Yesus Kristus keduanya adalah Firman. Hukum Taurat menetapkan dosa secara resmi, dan Yesus Kristus menebus dosa. tanpa Hukum Taurat, Yesus Kristus tidak bisa menebus dosa manusia, dan tanpa Yesus Kristus, tidak ada jalan keluar dari Hukum Taurat.
nubuatan para nabi menjaga agar tetap ada harapan akan keselamatan, dan injil menyatakan bahwa harapan itu sudah datang. Injil menyatakan Kebenaran Allah, Allah saja yang benar dan orang yang benar hidup oleh karena Iman, tidak ada kebenaran manusia sama sekali.
orang yang hidup oleh Iman itu yang bersandar kepada Yesus Krsitus, cara yang Allah berikan kepada manusia untuk keselamatan.
maka jangan mengeluhkan, “kenapa orang percaya Allah, melakukan hal begitu?” , karena hal dia melakukan suatu hal dia pertanggungjawabkan dengan Allah, tapi yang mengeluhkan terhadap orang yang percaya, mengatakan dosa orang lain itu cemburu dan tidak mengerti kebenaran Allah. karena tuduhan Hukum Taurat sduah mengatakan, tidak ada orang benar.
apakah kita melihat Allah sebagai yang “jahat” karena Dia murah hati?
Sebelumnya; 2. Firman Allah yang Kudus

No comments:
Post a Comment