Abraham berasal dari keluarga berhala, tetapi dia memiliki inspirasi untuk mengenal Allah bahwa Allah itu yang hidup dan berada dari pada mulanya. Tidak mungkin Allah itu dibuat dengan tangan manusia, Allah yang adalah pencipta. Sehingga ketika datang perintah Allah untuk pergi dari keluarganya ke tempat yang akan ditunjukkan Allah, dia menaati.
Adanya Iman dasar Abraham, membuatnya dapat menerima wahyu Allah, demikian juga Nuh. Sifat manusia kita maunya mencari agama, kehidupan keagamaan sangat disenangi dan mengenakkan tubuh. Tidak perlu susah-susah mencari dan mendengarkan kehendak Allah yang tidak dapat dilihat itu, karena agama hanya bersandar pada keinginan manusia saja. Menyembah dengan semaunya. Sama dengan seseorang yang tidak mengenal hukum negaranya sehingga hidup sembarangan seenaknya saja. Tetapi orang yang mengenal Kehendak Allah sama dengan orang yang mengenal hukum negaranya sehingga hidup dengan berhati-hati dan mengikuti aturan hukum. Tidak hidup seenaknya. Beragama itu memuaskan kehendak diri sendiri dengan berikhlas sesuka hati, sesuai suasana hatinya. Sehingga dengan agama tidak ada inspirasi untuk mengenal Allah. Bagaimana mau mendengarkan Allah, jika anda hanya sibuk mendengarkan kehendak saudara saja???
Apakah hidup anda bertindak, berdoa, melayani sudah sesuai kehendak Allah? maunya Allah? atau berdasarkan perasaan dan emosi hati saudara??? Hanya sadar untuk mencari, berserah, bersandar pada Allah saat susah, saat sakit, saat bangkrut, saat banyak masalah???
Tetapi ketika usai badai hidup saudara, kembali kekehendak sendiri yang beragama dan berikhlas sendiri?? Demikian, menjadi yang palsu dan menipu Allah, orang yang demikian apakah Allah mau mendengarkan doanya? Allah sudah menjawab dalam Amsal 1:20-33. Kita harus mengoreksi diri kita dengan cepat dan segera saudara, jangan sampai menjadi orang yang diabaikan Allah.
Tetapi ketika usai badai hidup saudara, kembali kekehendak sendiri yang beragama dan berikhlas sendiri?? Demikian, menjadi yang palsu dan menipu Allah, orang yang demikian apakah Allah mau mendengarkan doanya? Allah sudah menjawab dalam Amsal 1:20-33. Kita harus mengoreksi diri kita dengan cepat dan segera saudara, jangan sampai menjadi orang yang diabaikan Allah.
Sebagai manusia kita memiliki dua beban; pertama adalah untuk menghidupi tubuh dengan bekerja; Kedua, berjuang untuk rohjiwa kita agar roh kita hidup. Yesus Kristus secara tubuh adalah yang gagal karena tidak ada harta materi dan rumah yang dimilikinya, mati pun dikuburkan dengan meminjam kuburan orang lain, tapi secara rohani, Yesus menjadi yang paling diberkati karena Dia menggenapi semua perintah Allah.
Yohanes 8:44, iblis adalah pembunuh dari pada mulanya, bapa segala dusta. iblis mencobai Yesus dalam Lukas 4:6 berkata akan memberi segala kemuliaan dunia ini, jika sujud menyembahnya, iblis dapat berkata demikian karena dialah yang menguasai dunia ini. (Yudas 1:6, Matius 10:25), tetapi dunia ini hanyalah rumah tahi, dunia sampah yang kotor dan najis dimata Allah. Sehingga Yesus melawan iblis dengan Firman Allah, Yesus memberitahukan kita cara melawan iblis, yaitu dengan Firman Allah, jangan tertipu seperti Hawa karena tidak mengerti Firman sehingga Firman yang diputarbalikkan iblis dengan mudah dipercayanya. Selama kita hidup, banyak serangan-serangan secara rohani yang tidak kita sadari dari penghulu-penghulu dunia, tanpa sadar hidup kita dikutuki, dikurung, diperbudak, diinjak-injak oleh mereka sehingga kita tidak bisa mengenal Allah. Efesus 6:11-12, kenakanlah perlengkapan senjata Allah, karena perjuangan kita di dunia bukan melawan darah-daging yang kelihatan tetapi roh-roh jahat di udara angkasa ini. Sehingga jika kita mengerti kenyataan rohani dari dunia ini yang penuh dengan roh-roh jahat maka pantaslah kemuliaan dunia ini dipandang sampah oleh Allah, Allah hanya menilai Kebenaran saja, yang tidak ada Kebenaran itu tidak berguna.
Maka apakah kita dapat menahan Iman?
Dalam hidup anda yang tenang dan masih damai ini saja masih beragama? Apalagi jika didalam ancaman dan badai hidup? gugur Iman, hanya menunggu kebinasaan.
Allah tidak hanya menonton manusia diperbudak iblis dengan kejam, padahal manusia itu sendiri sudah mengabaikan, menghina, melupakan Allah. Jika aku boleh berkata, “kenapa Allah begitu baik mau menolong manusia? mengapa berkorban demi manusia ini? lihatlah? bukankah meskipun sudah diberitakan Firman-Mu, mereka tetap beragama? harusnya biarkan saja manusia ini mati diperbudak, manusia yang tidak tahu bersyukur”, tetapi Allah tidak demikian. Dia mengutus Yesus Kristus yang mampu membebaskan manusia dan membinasakan iblis. Manusia tinggal percaya dan mengikuti rencana Allah.
Yohanes 6:35-40, Yesus-lah yang menghidupkan kita, yang datang kepada-Nya tidak akan mati. (Yohanes 17) Semua yang menjadi kepunyaan Allah tidak akan hilang dari-Nya. Keselamatan manusia bukan yang susah lagi, Allah sudah bekerja semuanya.
“Aku sudah selesai”, Yesus berkata demikian, misi penyelamatan manusia dari perbudakan iblis ini selesai, tetapi kita harus percaya dan mengikuti rencana Allah. Bukanlah hal yang susah lagi, bukan yang mustahil bagi manusia, hanya… SADAR akan janji-janji Allah.
Roma 3:19, Allah sudah menangkap manusia dengan hukum Taurat-Nya,
Roma 3:20, sehingga semua orang mengerti dirinya diperbudak iblis,
Roma 3:23, karena menjadi hamba dosa yang tidak ada kemuliaan lagi,
Manusia yang mengerti hukum Taurat datanglah kehadapan Allah, orang-orang yang mengerti dirinya tidak dapat benar dalam penghakiman Allah, jawablah, “Aku orang berdosa”, sehingga Allah akan memberikan Yesus Kristus untuk menebus dosa kita. Inilah pertobatan.
Kisah para rasul 2:38, Setelah bertobat, berilah diri mentaati perintah Allah untuk pertama kalinya dengan kehidupan yang sudah ditebus dengan dibaptis. Petrus menyadarkan umat Israel dengan menjelaskan ada janji Allah yang demikian, sehingga mereka mengikuti rencana/wahyu Allah. Bukan dengan sesuka kita, Iman itu ada wahyu dari Allah, yang tidak ada wahyu Allah bukan Iman tapi hanya keyakinan diri manusia, dan keyakinan tidak ada janji Allah yang menjaminnya. Tetapi Iman ada janji yang menjamin itu sehingga pasti dimateraikan oleh Roh Kudus.
Ketika Yesus mati, Dia menebus siapa saja manusia, tetapi untuk memateraikan tebusan itu harus dengan pengakuan pertobatan sesuai wahyu Allah. Manusia dengan pemikirannya, katanya Allah maha tahu, maha kuasa, maha kasih, tapi kenapa dunia ini begitu rusak, menderita, jahat? kita saja melihat orang asing kelaparan ada rasa ingin menolong, tapi kenapa Allah tidak menolong?? padahal maha kuasa?? katanya kasih, masa tidak menolong?? berarti Allah jahat???
TAPI, kenapa manusia tidak dapat melihat jejak-jejak Allah??? kita tahu tanda-tanda akan datangnya hujan, akan datangnya musim kemarau, kita tahu melihat jejak-jejak dunia ini. Firman Allah ini adalah jejak-jejak Allah, jangan sampai kita seperti dalam Lukas 8:10, meski mendengar dan melihat tapi tidak mengerti. Allah sebenarnya memberi penghapusan dosa melalui Yesus. Dunia ini begitu jahat dan kotor karena inilah sarangnya dosa. Akuilah diri saudara dan meminta penghapusan dosa dari Yesus dengan sungguh-sungguh!
No comments:
Post a Comment