Dogma dan teologia jaman sekarang berusaha mengerti Allah dengan cara mereka masing-masing yang menurut mereka sesuai dengan pikiran dan prinsip mereka, tapi Alkitab dan Roh Kudus adalah cara dari Allah langsung. Jika kita ingin mengenal seseorang? Bukankah kita akan memulai komunikasi dengan orang tersebut atau mencari data tentang orang tersebut. Demikian juga dengan Allah, Dia sudah memberikan data-data yang bisa mengenal Dia yaitu, Alkitab.
Alkitab berisi Firman Allah. Media komunikasi Allah adalah Firman. Maka tidak ada orang yang bisa mengenal Allah dengan mengabaikan Firman Allah. Tapi bagi yang percaya Firman Allah 100% pasti bisa mengenal Allah dengan benar.
(Yoh 1:1) Firman itu adalah Allah. Firman yang tertulis di Alkitab bukan suatu kata-kata berisi perintah ajaran suatu filsafat dari gagasan penulis tapi merupakan perkataan Allah sendiri melalui Yesus Kristus (Yoh 1:14). Firman ini bukan hal sepele, dengan Firman, Allah menciptakan segala sesuatu, kita semua di tempat kita masing-masing, dimanapun kita berada, berada karena Firman Allah ini (Ibr 1:2-3).
Firman ini adalah fakta dan kenyataan sebenarnya, Alkitab dari awal hingga akhirnya adalah kenyataan sebenarnya. Lalu, apakah fakta perlu diragukan lagi? Kejadiaan yang sudah terjadi apakah bisa dikatakan tidak terjadi? Mereka yang berkata bahwa beberapa kejadian di Alkitab adalah mitos atau fiktif, membuat Allah menjadi pendusta.
Tapi apakah Allah pernah berdusta? Adakah suatu Firman-Nya yang tidak tergenapi di Alkitab? Meskipun firman-Nya sudah dari ribuan tahun yang lalu, tapi tetap tergenapi. Cobalah lihat di kitab-kitab Injil (Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes) memiliki catatan kaki yang menunjukkan Firman di Perjanjian Lama, padahal rentang waktunya ribuan tahun dan dinubuatkan oleh begitu banyak nabi-nabi dari berbagai jaman. Tapi tetap terhubung menjadi satu, inilah Firman Allah.
Maka Alkitab bukanlah buku teks, sejarah, atau tokoh agama, tapi buku yang berisi kepribadian Allah. Firman sebagai media komunikasi Allah menyatakan pikiran, perasaan, dan kehendak Allah. Maka kita membaca Alkitab tidak bisa disamakan dengan membaca buku-buku lain di dunia ini, tapi harus dengan mengakui bahwa inilah dialog Allah kepada kita masing-masing dengan jaminan dari Allah sendiri.
Allah menjamin setiap Firman-Nya. Seperti setiap lembar uang yang dikeluarkan negara dijamin negara. Tapi negara itu sendiri organisasi buatan manusia dan uang itu sendiri buatan manusia tapi bukankah kita percaya dengan penuh saat membeli barang dengan uang yang dikeluarkan negara?
Tapi kenapa ragu-ragu terhadap Firman yang dijamin oleh Allah dengan wibawa-Nya? Allah tidak pernah berdusta apalagi menipu? Tapi kenapa diperlakukan demikian?
Kita harus kembali dari pemikiran yang sesat terhadap Allah. Percayalah Alkitab, buku yang dijamin Allah ini. Mari kembali kepada Alkitab! Gunakanlah janji Allah!
Selanjutnya; 2.Firman Allah yang Kudus
Selanjutnya; 2.Firman Allah yang Kudus

No comments:
Post a Comment