Translate

Mari Kita Menjadi Murid Yesus Part 1

Pada mulanya Anak berada bersama Bapa. Oleh karena kehendak Bapa, Anak (Logos) menjadi manusia. Menaati kehendak Bapa sebagai manusia yang memiliki keterbatasan, yang harus bertumbuh dalam ruang dan waktu, memiliki waktu lahir dan mati. Pada masa muda-Nya, Yesus Kristus bertumbuh dengan bertambah hikmat-Nya dan semakin dikasihi oleh Allah dan manusia (Lukas 2:52).
Yesus Kristus lahir dalam keluarga yang miskin, Yusuf hanya bekerja sebagai tukang kayu. Pekerjaan dengan derajat kedua terendah setelah nelayan pada masa itu. Sehingga mengalami kesulitan dan kekurangan. Tetapi Yesus Kristus tetap bertumbuh dengan hikmat yang bertambah.
Kita terlahir di dunia ini tidak dengan cara kita memilih orang tua kita. Kita mendapat orang tua yang kadang tidak sesuai dengan diri kita, dan karena kita masih anak-anak sehingga kita terjebak dalam ketidakberdayaan terhadap lingkungan keluarga dimana kita lahir,  kekecewaan yang melukai dalam hati kita dan memunculkan sifat buruk dalam diri kita. Karena fakta yang tidak terpungkiri kita semua adalah korban dari iblis yang merusak kehidupan manusia bahkan dari dalam keluarga, sehingga menurunkan sifat yang semakin kejam dan jahat yang mebuat dunia ini begitu jahat Hati orang tua yang mengasihi anak itu pun dihancurkan oleh iblis sehingga orang tua mampu membuang anaknya.
Tetapi kita belajar
dari Yesus Kristus. Melihat sebagai pembelajaran secara positif. Sebelum itu kita harus mengerti. Hati orang tua itu adalah gambaran umum dari sifat Allah yang mengasihi sampai rela berkorban. Bahkan ada tertulis, “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di Sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya (Lukas 11:13)”. Firman adalah solusinya, kita yang sebagai orang tua yang membaca dan mengerti ayat diatas harus bisa mempertahankan hati orang tua yang mengasihi anak sehingga tidak dirusak oleh iblis.
Kita sebagai anak-anak juga, Firman Allah menjadi solusinya. Bersyukur dalam segala hal. Yesus Kristus tidak pernah mengeluh akan hal Dia dilahirkan dalam keluarga tukang kayu. Tetapi dengan hidup dalam keluarga tukang kayu, Dia mendapat hikmat dan bertumbuh dengan hikmat itu. Kita dengan segala permasalahan kita harus berjuang untuk bisa mengatasi masalah itu, demikian memperoleh hikmat bagi kita juga. Masalah itu menjadi batu loncatan kita, jangan kita malah tertipu oleh iblis dan putus asa akan masalah kita dan menjadi hamba dari masalah itu.
Yesus Kristus menjadi manusia dan hidup itu sesuai kehendak Allah, sehingga ketika menghadapi masalah itu juga kehendak-Nya, agar dapat hikmat. Seorang yang ahli mendapat hikmat dari pengalaman kesusahan dan kepahitan hidup.
Hikmat itu berbeda dari pengetahuan. Sebagai contoh, pengetahuan itu adalah informasi, ada yang kita perlukan dan ada yang tidak kita perlukan. Tetapi hikmat itu tahu membedakan yang mana berguna dan tidak, yang mana benar/salah, demikian hikmat. Dalam Firman yang keluar dari mulut Yesus, bukan pengetahuan tetapi terkandung hikmat.
Hikmat juga dapat diperoleh melalui sejarah. Melalui sejarah kita dapat melihat, mengapa seseorang berbuat demikian? jika dia tidak berbuat demikian bagaimana? Ada suatu daya untuk berpikir dengan melihat sejarah. Sehingga dengan daya berpikir dapat mengambil keputusan dan mempertahankan diri ditengah-tengah ombak dunia. Kemampuan membedakan antara; Kebenaran dan Ketidakbenaran. 
Itu hanya dapat didalam Firman, dengan Firman dapat membedakan kebenaran dan ketidakbenaran. Dengan hikmat dapat mengerti harus berjalan kemana? Apa tujuan hidup kita? Bagaimana hidup harus dijalani? Yudas Iskariot menjadi peringatan bagi kita, seseorang yang tidak memiliki hikmat sehingga menghianati Yesus dan setelahnya menghakimi diri dengan bunuh diri.
Apa itu hikmat?
Kenapa begitu penting hikmat?
Dimana kita dapat memperoleh hikmat?
Carilah hikmat Allah.

(1 Korintus 1:25)

No comments:

Post a Comment