Tempat
Imam besar bertemu dengan Allah. didalam ruang maha kudus ada tabut perjanjian.
(Keluaran 25:10-22, Keluaran 37:1-9), di dalam tabut perjanjian ada:
A.
(Keluaran
16:31-36), Manna, yang menjadi satu-satunya makanan saat tidak ada makanan lain
di padang gurun. demikian, kita rohjiwa kita sekarang berada dalam padang gurun
dunia dan makanan yang bisa dimakan hanya Firman Allah.
B.
(Keluaran
25:16), Loh Batu, yang menjadi perintah dan ketetapan Allah, yang menguduskan
umat Allah dari bangsa-bangsa lain. demikian, kita diberikan perintah dan
ketetapan Allah dalam menjalani kehidupan Iman, yang membedakan kita, anak-anak
Allah, dari yang bukan anak-anak Allah.
C.
(Bilangan
17:10), Tongkat Harun, yang menjadi ular, dan mendatangkan kutuk bagi Mesir
tapi membelah laut untuk membebaskan umat Israel. Tongkat yang akhirnya
bertunas. demikian, pernyataan Roh Kudus kepada kita, dengan Roh Kudus kita
mengutuki roh-roh dunia yang najis dan membebaskan rohjiwa orang dari genggaman
iblis, dan pada akhirnya bertunas, demikian kita sampai akhir tetap menjaga
Iman dengan Roh Kudus, pasti akan menghasilkan buah, anak-anak Iman.
inilah Kemah Suci itu, yang sungguh menggambarkan kehidupan Iman kita
dihadapan Allah. Tabut perjanjian/ tabut hukum/ tabut kesaksian mewakili Nama
Allah.
demikian,
ada 3 ruangan dalam kemah Suci: pelataran – ruang kudus – ruang maha
kudus.
ada 3 unsur manusia: tubuh – jiwa – roh
ada 3 langkah mengenal Allah: baptisan – sesuai kehendak Allah – Firman
Allah
ada 3 unsur kehidupan Iman: Pertobatan – Pelayanan – Nama Allah
dan kesemuanya ini nyata dalam bait Allah yang sejati. Yesus Kristus (Yohanes
2:19), diri-Nya yang dimaksud, dan nyatakan kebenaran-Nya bahwa Dia dirombak di
atas kayu salib dan bangkit 3 hari sesudahnya.
sekarang kita, (2 Korintus 6:16-18, Ibrani 9:9-11), Yesus Kristus
membangun bait Allah yang tidak akan dikalahkan alam maut (dunia). Dia dengan
melewati kematian dan kebangkitan telah membangun bait Allah yang sempurna,
kita ini yang menjadi bait Allah masing-masing yang Yesus bangun. Roh kita,
bait Allah dimana Nama Allah berdiam dalam kita (Imanuel).
(Matius 16:16-20), Fondasi bait Allah kita, ialah Yesus mesias, Anak
Allah yang Hidup!
(1 Samuel 5:1-5,11), Nama Allah memiliki wibawa kekudusan yang
menaklukkan segala sesuatu, jagalah kekudusan kita sebagai bait Allah.
(Efesus 1:13,Roma 8:34-39, Markus 16:16), Hukum Roh Kudus yang berlaku
sekarang, yang melampaui segala hukum. Kasih Karunia Allah yang berlaku
sekarang. tapi jika orang menghina kasih karunia Allah (Ibrani 10:29).
Kita yang diberikan kesempatan yang sangat beruntung ini untuk tinggal
dalam Kasih karunia Allah, melayani Allah sebagai anak, dan ikut menjadi ahli
waris kita juga harus menguduskan bait Allah kita. (Roma 8:26-27, 1 Korintus
3:16-17).
mari kita mengaja kekudusan bait Allah (diri kita), dengan mengusir
roh-roh najis dengan kuasa Roh Kudus!
>> masih banyak yang belum saya sampaikan disini tentang kemah
Bait Allah, tapi semua yang saya tuliskan disini. ditujukan agar anda percaya
Yesus Kristus bait Allah yang sejati, dan kamu oleh Roh Kudus menerima Nama-Nya
, lalu menjadi Bait Allah yang kudus! (Yohanes 20:30-31).
Sebelumnya: Ruang Kudus

No comments:
Post a Comment