Bagaimana kita melayani Allah? Yang berkenan kepada Allah? Bagaimana kita mempersiapkan diri untuk tinggal di rumah yang kekal? Apa yang menjadi kehendak Allah dalam pelayanan kita? Adakah petunjuk dari Allah?
Firman Allah adalah yang pasti tergenapi, dengan atau tanpa kita (Ibrani 11:3). (Roma 5:12-14) Adam yang hanya gambaran Yesus Kristus yang akan datang, gambaran itu pun yang diciptakan dengan Firman. maka Alkitab, buku yang berisi Firman Allah.
(Ibrani 3:1-6) Sejak kejatuhan Adam, Allah menunjuk Nuh,Abraham, Ishak, Yakub, Musa, dan seterusnya sebagai orang yang ambil bagian dalam penggenapan Firman Allah, dengan kata lain, sebagai orang ber-“IMAN”. Mereka bangsa Israel di jaman Perjanjian Lama menjadi contoh bagi kita.
Israel keluar dari perbudakan Mesir dengan darah, memakan daging domba, roti tidak beragi dan sayur pahit, bergegas melewati laut Teberau, lalu menjadi umat Allah yang menyembah Allah dalam Kemah Suci.
Demikian juga kita, kita keluar dari perbudakan iblis dengan
darah Yesus, mentaati Firman, tidak menerima ajaran dunia (roti beragi) dan pertobatan yang pahit, bergegas kita dibaptis, menerima Roh Kudus menjadi anak-anak Allah yang menyembah di dalam Nama Yesus (Roh dan Kebenaran). (Yohanes 4:24)
darah Yesus, mentaati Firman, tidak menerima ajaran dunia (roti beragi) dan pertobatan yang pahit, bergegas kita dibaptis, menerima Roh Kudus menjadi anak-anak Allah yang menyembah di dalam Nama Yesus (Roh dan Kebenaran). (Yohanes 4:24)
Yesus Kristus datang ke bumi, mengalami baptisan menjadi kebangkitan dan Hidup, tapi masa untuk meraih kebebasan ini tidak selamanya berlangsung. Akan datang masa kebinasaan, kita harus keluar dari perbudakan iblis dengan segenap kekuatan tanpa melihat kebelakang lagi. Istri Lot menjadi tiang garam karena melihat kebelakang, karena hatinya masih menyayangkan sodom dan gomora yang akan binasa. Tapi kita terus berlari ke Yesus Kristus.
(Ibrani 11:37) Setelah kita dibaptis, kita masih menjalani kehidupan di bumi ini, sama seperti Israel yang masih berjalan di padang gurun, disinilah dimulai kehidupan Iman. Kita yang menerima Nama Yesus oleh Roh Kudus, menjadi kemah Suci yang dilapisi kain lenan yang berkilau dan halus, demikian dari luar kita sikap Iman kita yang cemerlang.
(Bilangan 1:52-53) Kehidupan sehari-hari kita juga berpusat kepada Iman kita, kehidupan yang rohaniah. (Hagai 1:1-6, Hagai 2:6-10), Berbeda dengan jelas orang yang mengutamakan Allah dengan yang tidak, bangunlah bait Allah dalam dirimu! Jadikan Hidupmu sebagai persembahan yang hidup bagi Allah! Hidup ini singkat terlalu singkat untuk dihabiskan dalam perbudakan iblis, gunakan hidupmu menjadi bait Allah, menjadi penggenapan Firman Allah, maka kita akan diingat Allah selamanya.

No comments:
Post a Comment