Translate

Kemah Suci: Pelataran




(Keluaran 40:34-38, Keluaran 25;8, Bilangan 9:16-18), Allah hadir di tengah-tengah umat-Nya dan menuntun mereka. Apalagi kita sebagai anak-anak Allah yang dituntun Roh Kudus dijaman yang penuh Kasih Karunia.
A.      Mezbah Korban Bakaran (Imamat 6:12-13, Imamat 9:23-24, Imamat 10:1-2)
(Imamat 1:1-17): tentang korban bakaran, orang yang memberi korban yang membunuh korban persembahannya sendiri, setelah meletakkan tangan diatas kepala korban. hal ini menunjukkan bahwa kitalah yang membunuh Yesus Kristus sampai tercurah darah-Nya, dan oleh karena Darah-Nya tercurah kita mendapat penebusan dosa.
persembahan korban bakaran juga menyatakan
bahwa tidak ada yang datang kepada Allah dengan tangan kosong, Allah tidak memeras kita tapi Allah ingin memberikan berkat melalui persembahan.
korban sajian, (Imamat 2:1-16, Imamat 6:14-18, Imamat 7:9-10), berasal dari makanan (roti yang tidak beragi dan sebagian di bakar sebagian diberikan kepada Imam yang melayani. dalam menjadi pelayan yang hanya melayani di kemah Suci, Allah juga memperhitungkan bagian, karena mereka tidak bekerja di luar kemah Suci. maka Allah adalah Allah yang adil.
korban keselamatan, (Imamat 3:1-16, Imamat 6:11-21), korban ini diberikan dengan ucapan syukur dan sukarela.
korban tebusan dosa, (Imamat 4:1-5 dan 13, Imamat 6:24-30), sebagai umat Allah tidak ada alasan untuk tidak mengikuti peraturan dan ketetapan Allah tentang korban tebusan dosa. bahkan orang miskin pun tetap bisa memberikan korban tebusan, yaitu dengan tepung, demikian persembahan itu bukan apa yang diberi tapi ketaatan akan perintah Allah. (Ibrani 13:11-14). Yesus Kristus sudah menjadi korban penghapusan dosa kita, (Yesaya 53:2-7) masihkah kita menyangkal Dia yang sudah menanggung segala ketidakberdayaan kita terhadap dosa dan mengenakan kembali dosa, karena tidak percaya?
B.      Bejana Pembasuhan
(Ibrani 9:11-12), bejana pembasuhan ini dibuat dari cermin tembaga perempuan yang melayani di kemah Suci (Keluaran 38:8,). sebelum Imam yang melayani di Kemah Suci, mereka harus membasuh tangan dan kaki terlebih dahulu agar mereka tidak mati. (Keluaran 29:4, Imamat 8:6, Keluaran 30:17-21).
kita inilah yang menjadi Imam atas diri kita sendiri, dahulu mereka harus melalui Imam, tidak bisa masing-masing sendiri kepada Allah. tapi kita sekarang masing-masing bisa  menghadap Allah dengan Darah Yesus Kristus. hal bejana ini menyatakan Alkitab, yang sebagai cerminan kita sebelum melayani Allah, kita harus membasuh diri dulu dihadapan Firman Allah, baru layak melayani Allah.
tapi siapa yang melayani tanpa membasuh diri, dia lebih menyatakan keikhlasan dan sikap agama daripada kehendak Allah, bukan itu yang berkenan kepada Allah, Allah bukan berhala yang dilayani sesuka hati kita, tapi Allah adalah yang hidup dan berkehendak, maka mari kita melayani-Nya dengan caranya Allah, bukan cara manusia! 

Sebelumnya; Intro
Selanjutnya; Ruang Kudus

No comments:

Post a Comment