Translate

Mari Kita Menjadi Murid Yesus Part 4

Yesus adalah Firman yang keluar dari Allah menjadi Tubuh (1 Yohanes 4:1).
Roh yang termasuk Allah, mengakui Yesus yang datang menjadi tubuh. Yesus yang adalah Anak Allah itu hidup sebagai manusia bukan sebagai sandiwara, bukan yang berpura-pura sakit dan menderita atau pura-pura mati. Tetapi benar-benar mengalami sebagai kenyataan mengalami berbagai kesulitan manusia.
Kita harus memiliki hikmat yang tidak tertipu dengan agama yang berpura-pura, kita bersyukur dapat mengenal Kebenaran Allah, bukan dengan keyakinan diri sendiri beriklhas dan tulus dalam keagamaan tetapi bersandar pada Iman yang diwahyukan Allah yang pasti.
Pertama, Kisah para rasul 19:2, harus menerima Roh Kudus. 1 Korintus 12, bahwa Roh Kudus memberi karunia yang menolong kita. Dibaptis dan menerima Roh Kudus, memutuskan kehidupan lama kita sebagai orang berdosa, dan memulai kehidupan baru bersama Allah (Roma 6:3-14). Ketika kita masuk ke dalam air, roh kita yang mati dikuburkan bersama Yesus yang mati menebus dosa, dan ketika kita keluar dari air, kita hidup dengan Roh Kristus (Galatia 2:20).
Kedua,
Kehidupan Yesus sebelum dan sesudah dibaptis berbeda. Ketika dibaptis ada Roh Kudus yang bekerja sehingga nyata tanda-tanda dan karunia-karunia. Yesus Kristus yang merupakan Anak Allah, Firman yang menjadi tubuh itu dibaptis agar dapat menjalani kehidupan pelayanan resmi-Nya, apalagi kita? manusia yang dari lahir berdosa, dan berasal dari debu ini? Mau menonjolkan ego diri sehingga melawan perintah Allah? Sadarilah diri kita sebagai manusia ini! manusia kita harus dibaptis sehingga dapat menerima Roh Kudus sehingga bekerja menyatakan tanda-tanda dan karunia. Menjadikan karunia-karunia Roh Kudus sebagai milik pusaka rohjiwa kita, seperti warisan orang tua kita yang menjadi sandaran hidup. Bersandarkan kepada Roh Kudus yang diberikan Allah.
Ketiga, Iman kita ini. Dengan Imna kita dapat membeli janji Allah, seperti mata uang yang di sahkan negara dapat digunakan untuk membeli kebutuhan kita. Ibrani 4:1-2. Sehingga bukan dengan sesuka hati kita menjalani kehidupan ini tetapi ada aturan-aturan yang dibuat Allah yang harus diikuti jika ingin masuk dalam janji Allah. Yang tersisa bagi kita hanya bersyukur dapat menjalani kehidupan yang menunjang Iman, tetapi bagi yang tidak mendengarkan Firman baginya tidak ada yang berguna, sia-sialah hidupnya seperti yang dikatakan kitab Pengkhotbah. Dalam Lukas 8:26-39, Tuhan membebaskan kita dari roh-roh najis yang jahat itu, yang mengikat kita sebelum bertemu dengan Tuhan, setelah itu memberitakan apa yang Tuhan lakukan dalam hidup kita. 
Kuasa dari Allah bukan yang diperuntukan bagi hawa nafsu manusia, kebanggaan diri ataupun menyombongkan diri, tetapi untuk kesaksian Roh Kudus saja. Kejadian 3:17-19, manusia sudah terkutuk untuk berjerih lelah dalam bekerja di dunia ini, untuk tubuh harus bekerja keras, tidak bisa dengan Kasih Karunia lagi..
TETAPI, untuk rohjiwa kita bisa hidup dengan Kasih Karunia dan Iman. Godaan dari iblis membujuk untuk menggunakan jalan pintas, jalan tidak benar, dan terlalu mengkhawatirkan untuk tubuh, tetapi Allah memberi hikmat dan pengetahuan agar tidak tertipu dengan iblis. Rohjiwalah yang menentukan kematian tubuh, meski lapar, meski haus, meski telanjang bila rohjiwa kita tidak meninggalkan tubuh, maka kita akan tetap hidup.
Ingatlah, rohjiwa yang membuat tubuh ini tetap hidup… dan tanpa rohjiwa, tubuh hanyalah debu tanah.

No comments:

Post a Comment