Mengertilah saudara.., meskipun Allah ingin menolong tetapi jika saudara yang mau ditolong menolak pertolongan Allah malah mengabaikan dan mengusir-Nya, maka tidak bisa menolong. Hewan yang dipelihara akan hidup sesuai kehendak pemiliknya, meski orang lain kasihan ingin menolong karena hewan itu disiksa pemiliknya tetapi tidak bisa, karena dia hanya hewan. Saudara bertanya, kapan Allah mau menolong? bukankah Firman-Nya dalam Alkitab dapat menolong saudara? tapi saudara tidak mencari-Nya, Allah mengingatkan saudara melalui wahyu umum yang berada dalam kehidupan saudara setiap hari tapi bukankah saudara tetap mengabaikan? tidak menyadari dan berbalik kepada Allah? Hati orang tua selalu ingin membantu anaknya! Mengertilah hati Allah kepada saudara!
balance should consistent, consistent makes discipline, discipline be on time! cause waste your time equal that u waste your life!
Translate
Mari Kita Menjadi Murid Yesus Part 6 (End)
Mari Kita Menjadi Murid Yesus Part 5
Abraham berasal dari keluarga berhala, tetapi dia memiliki inspirasi untuk mengenal Allah bahwa Allah itu yang hidup dan berada dari pada mulanya. Tidak mungkin Allah itu dibuat dengan tangan manusia, Allah yang adalah pencipta. Sehingga ketika datang perintah Allah untuk pergi dari keluarganya ke tempat yang akan ditunjukkan Allah, dia menaati.
Adanya Iman dasar Abraham, membuatnya dapat menerima wahyu Allah, demikian juga Nuh. Sifat manusia kita maunya mencari agama, kehidupan keagamaan sangat disenangi dan mengenakkan tubuh. Tidak perlu susah-susah mencari dan mendengarkan kehendak Allah yang tidak dapat dilihat itu, karena agama hanya bersandar pada keinginan manusia saja. Menyembah dengan semaunya. Sama dengan seseorang yang tidak mengenal hukum negaranya sehingga hidup sembarangan seenaknya saja. Tetapi orang yang mengenal Kehendak Allah sama dengan orang yang mengenal hukum negaranya sehingga hidup dengan berhati-hati dan mengikuti aturan hukum. Tidak hidup seenaknya. Beragama itu memuaskan kehendak diri sendiri dengan berikhlas sesuka hati, sesuai suasana hatinya. Sehingga dengan agama tidak ada inspirasi untuk mengenal Allah. Bagaimana mau mendengarkan Allah, jika anda hanya sibuk mendengarkan kehendak saudara saja???
Apakah hidup anda bertindak, berdoa, melayani sudah sesuai kehendak Allah? maunya Allah? atau berdasarkan perasaan dan emosi hati saudara??? Hanya sadar untuk mencari, berserah, bersandar pada Allah saat susah, saat sakit, saat bangkrut, saat banyak masalah???
Mari Kita Menjadi Murid Yesus Part 4
Yesus adalah Firman yang keluar dari Allah menjadi Tubuh (1 Yohanes 4:1).
Roh yang termasuk Allah, mengakui Yesus yang datang menjadi tubuh. Yesus yang adalah Anak Allah itu hidup sebagai manusia bukan sebagai sandiwara, bukan yang berpura-pura sakit dan menderita atau pura-pura mati. Tetapi benar-benar mengalami sebagai kenyataan mengalami berbagai kesulitan manusia.
Kita harus memiliki hikmat yang tidak tertipu dengan agama yang berpura-pura, kita bersyukur dapat mengenal Kebenaran Allah, bukan dengan keyakinan diri sendiri beriklhas dan tulus dalam keagamaan tetapi bersandar pada Iman yang diwahyukan Allah yang pasti.
Pertama, Kisah para rasul 19:2, harus menerima Roh Kudus. 1 Korintus 12, bahwa Roh Kudus memberi karunia yang menolong kita. Dibaptis dan menerima Roh Kudus, memutuskan kehidupan lama kita sebagai orang berdosa, dan memulai kehidupan baru bersama Allah (Roma 6:3-14). Ketika kita masuk ke dalam air, roh kita yang mati dikuburkan bersama Yesus yang mati menebus dosa, dan ketika kita keluar dari air, kita hidup dengan Roh Kristus (Galatia 2:20).
Kedua,
Mari Kita Menjadi Murid Yesus Part 3
Apakah anda berpernah berpikir, “bagaimana setelah kehidupan di dunia ini berakhir?”. Yohanes 17:3, Hidup Kekal itu mengenal Allah dan Yesus Kristus yang diutus, kata mengenal memiliki arti dalam, mengenal maksudnya adalah mengenal keseluruhan baik luar dan dalam, seperti seorang suami mengenal istrinya, mengenal melalui pengalaman nyata. Tetapi manusia dari lahir sudah berdosa, Mazmur 51:7, “dari dalam kandungan ibu
Mari Kita Menjadi Murid Yesus Part 2
(Matius 4:18-22), lihatlah pilihan Tuhan kita Yesus Kristus, bukan yang berpengetahuan dan terdidik bukan orang kaya dan penguasa-penguasa. Tapi yang taat dan setia.
Kita hidup didunia ini, hampir umumnya manusia bersekolah. Di sekolah kita sebagai murid, diberikan pengetahuan dan pengalaman, setelah lulus ujian pengetahuan, naik tingkat diberikan pola pikir dan diuji lagi. Sehingga semasa sekolah kita mendapat berbagai macam pencapaian atas hal yang sudah kita lewati.
Dimasa Yesus Kristus terdapat orang-orang terpelajar dan terdidik oleh Hukum Taurat, mereka adalah orang-orang Farisi dan alhi Taurat, tetapi Yesus memilih murid dari pinggir danau galilea yang bekerja sebagai nelayan. Kenapa?
Danau galilea adalah danau yang memiliki kehidupan, di dalamnya terdapat ikan-ikan dan dengan itu dapat menghidupi orang-orang yang tinggal disekitar danau, karena danau ini memiliki ketinggian dibawah permukaan laut yang mengakibatkan danau ini menerima aliran air sungai Yordan dan menyalurkan alirannya kelaut. Berbeda dengan laut mati, didalamnya tidak ada kehidupan karena aliran air yang masuk tidak disalurkan.
Murid-murid yang dipilih Yesus mengerti akan kenyataan danau galilea, mereka tahu bagaimana mencari
Mari Kita Menjadi Murid Yesus Part 1
Pada mulanya Anak berada bersama Bapa. Oleh karena kehendak Bapa, Anak (Logos) menjadi manusia. Menaati kehendak Bapa sebagai manusia yang memiliki keterbatasan, yang harus bertumbuh dalam ruang dan waktu, memiliki waktu lahir dan mati. Pada masa muda-Nya, Yesus Kristus bertumbuh dengan bertambah hikmat-Nya dan semakin dikasihi oleh Allah dan manusia (Lukas 2:52).
Yesus Kristus lahir dalam keluarga yang miskin, Yusuf hanya bekerja sebagai tukang kayu. Pekerjaan dengan derajat kedua terendah setelah nelayan pada masa itu. Sehingga mengalami kesulitan dan kekurangan. Tetapi Yesus Kristus tetap bertumbuh dengan hikmat yang bertambah.
Kita terlahir di dunia ini tidak dengan cara kita memilih orang tua kita. Kita mendapat orang tua yang kadang tidak sesuai dengan diri kita, dan karena kita masih anak-anak sehingga kita terjebak dalam ketidakberdayaan terhadap lingkungan keluarga dimana kita lahir, kekecewaan yang melukai dalam hati kita dan memunculkan sifat buruk dalam diri kita. Karena fakta yang tidak terpungkiri kita semua adalah korban dari iblis yang merusak kehidupan manusia bahkan dari dalam keluarga, sehingga menurunkan sifat yang semakin kejam dan jahat yang mebuat dunia ini begitu jahat Hati orang tua yang mengasihi anak itu pun dihancurkan oleh iblis sehingga orang tua mampu membuang anaknya.
Tetapi kita belajar
Subscribe to:
Posts (Atom)